Posted on

Hati-hati Wii Knee!


Musim liburan seperti surga bagi para pecinta game. Pasalnya, mereka bisa bermain game sepuasnya tanpa perlu khawatir terlambat ke sekolah keesokan harinya.

Tapi hati-hati, sebab di masa liburan seperti itu, ada penyakit baru yang mengintai para gamer, khususnya para penggandrung konsol Nintendo Wii. Dokter-dokter menyebutnya sebagai penyakit ‘Wii Knee

Wii Knee adalah istilah dari para peneliti Leeds Teaching Hospital, yang mencoba mengidentifikasi penyakit yang disebabkan karena kebanyakan bermain konsol game Wii.

Biasanya, penyakit ini menyebabkan para pengguna Wii mengalami keseleo yang menyakitkan, serta patah atau retak tulang. Penyebabnya adalah karena mereka bermain game Wii dalam jangka waktu yang lama.

Istilah ini muncul saat para dokter ahli tulang melaporkan peningkatan pasien yang sakit punggung usai liburan Natal tahun lalu. Kebanyakan dari mereka adalah bapak-bapak yang bermain game Wii bersama anak-anak mereka.

Oleh karenanya dokter-dokter mulai mewanti-wanti bahayanya penyakit ini karena khawatir pada musim liburan akhir tahun ini, korban-korban game akan banyak berjatuhan lagi.

Gejala penyakit yang sama juga dilaporkan oleh British Society for Surgery of the Hand (BSSH). BSSH mengatakan bahwa telah terjadi peningkatan jumlah orang yang sakit karena kebanyakan bermain Wii.

“Kami merawat seorang pasien yang keranjingan main Wii. Dia main game tenis dengan rekannya dan mengalami patah tulang pada salah satu jarinya saat sedang ‘memukul’ dengan kontroler,” ujar Richard Milner, konsultan bedah dan bedah plastik dari BSSH, seperti dikutip dari telegraph.co.uk.

Penjelasan serupa diungkapkan oleh Andrew COley, seorang dokter anak dari Rumah Sakit Royal Shrewsburry, Inggris. Menurut Andrew, ia mendapati pasien yang mengalami penyakit yang mirip dengan Wii Knee.

Pasien tersebut, ternyata baru saja mendapat hadiah natal Nintendo Wii dan bermain terlalu berlebihan. “Saya terlalu ngoyo mendapatkan Ace saat mendapatkan giliran servis dalam permainan tenis,” ujar pasien itu seperti yang dikatakan pada Andrew.

Nintendo Wii adalah konsol video games keluaran Nintendo, dengan sebuah kontroler khusus berteknologi sensor gerak. Dengan kontroler itu pemain harus menggerakkan anggota-anggota tubuhnya untuk mendapatkan hasil yang diinginkan pada layar.

Misalnya saat bermain game golf, maka pemain harus benar-benar melakukan gerakan swing sambil memegang kontroler itu, agar bola golf bisa masuk ke lubang yang diinginkan. Begitu pula saat bermain game tenis atau memancing.

Wii Knee memperpanjang daftar beberapa penyakit yang bisa timbul akibat bermain game. Sebelumnya, dokter anak juga memperingatkan bahaya bermain game seperti PlayStation pada anak.

Konsol Game Nintendo
Sebab, terlalu lama bermain game seperti PlayStation atau mengetik teks pada ponsel bisa menyebabkan penyakit repetitive strain injury atau disingkat RSI.

Biasanya, pengidap penyakit ini mengeluh bahwa tangannya mengalami kesemutan dan mati rasa di tangan dan pergelangan tangan mereka.

RSI disebabkan karena otot-otot dipaksa untuk terus menegang dalam rangka melakukan kegiatan yang sama secara terus menerus. Padahal otot anak belum sepenuhnya berkembang.

Tak hanya anak-anak yang bisa ketiban penyakit karena bermain game. Kurni, 33 tahun, hingga hari ini juga masih menderita penyakit ‘misterius’ di kedua jempol tangannya.

Semua berawal pada masa liburan Lebaran, Oktober lalu. Selama lima hari berturut-turut, ia bisa seharian berada di depan konsol PlayStation 2. “Tiap hari saya bermain game antara 5-8 jam,” katanya.

Pada hari ketiga, ia sudah mulai merasa sakit pada kedua jempolnya. Namun, namanya juga kecanduan, Kurni tak bisa membendung hasratnya untuk terus larut dalam permainan.

Gejala awal yang ia rasakan adalah rasa pegal di jari. Lama-lama, mulailah nyeri dan ototnya seperti menebal. Otot jempolnya kehilangan elastisitas dan menjadi kaku sehingga tak bisa ia gerakkan. Hingga kini ia tak bisa lagi menekuk kedua ibu jarinya lagi.

Ia sempat divonis dokter mengidap Carpal Tunnel Syndrome dan disarankan untuk melakukan operasi. Namun, Kurni menolaknya karena ia ragu apakah ia mengidap sindrom Carpal.

Pasalnya, pengidap Carpal biasanya mengalami sakit di pergelangan tangan dan bisa menjalar hingga ke lengan bahkan keseluruhan tangan. Sementara Kurni hanya merasakan sakit pada jarinya saja.

Selain itu, ia tidak merasakan mati rasa pada jarinya, “Kalau saya turuti nasihat operasi juga tidak menjamin kesembuhan jari saya,” ujar karyawan swasta yang tiap harinya harus mengerjakan tugas tulis-menulis itu.

Kini ia sedang mencoba pengobatan alternatif berupa terapi air dingin. Secara berkala ia mengompres jari-jarinya dengan air dingin.

Apapun penyakit yang diidap Kurni, atau penyakit Wii Knee , yang jelas para dokter menyarankan agar bermain game tidak dilakukan secara berlebihan. Mengutip lagu dangdut lawas yang dibawakan Vetty Vera, “Yang Sedang-Sedang Saja!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s